Kabupaten PALI Peringati Hari Jadi Yang Ke-6, Ini Pesan Gubernur Sumsel

pelita publik.com
PALI. Dalam rangka memperingati hari jadi ke-6 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), digelar acara: ‘Pameran Pembangunan dan Kebudayaan’, Giat dilaksanakan di lapangan Gelora November Komplek Pertamina, Senin (22/04/2019).

Husman Gumanti, selaku Ketua Panitia Pameran Pembangunan dan Kebudayaan, dalam laporannya mengatakan, “Pameran Pembangunan dan Pembukaan Festival Budaya ini, adalah dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten PALI ke-6. Hal ini diselenggarakan mulai tanggal 22 sampai 24 April 2019. Sebanyak 126 Stand pameran yang terdiri dari berbagai tema dan produk ada, agar dapat memperkenalkan produk daerah dan mencari calon pembeli”, ujar Husman Gumanti.

Sementara, Bupati PALI, Ir.H Heri Amalindo MM mengatakan, “Pameran pembangunan ini mengangkat tema “Serasi Nia” yang artinya Sentra Ekonomi Rakyat, Agamis, Sejahtera, Inovatif, Nyaman, Indah dan Aman. Pada kesempatan ini kami harapkan Bapak Gubernur Sumsel agar dapat membuka pameran pembangunan ini”, ujar Bupati PALI.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru, menyampaikan pentingnya kegiatan ini.

“Pameran pembangunan dan Kebudayaan pada hari ini puncaknya sangat kreatif. Moderenisasi sangat diperlukan, karena tekhnologi tidak bisa dihadang. Peran ini artinya menyajikan segala yang terbaik yang ada pada kita, khususnya Kabupaten PALI, dan kita harus awali semua dengan rasa cinta, dengan demikian akan muncul rasa memiliki. Kita harus bangga akan kekayaan daerah sendiri, pengelolaan uang yang akuntabel sangat diperlukan dan teknologi selalu mengacu pada potensi”, ujar Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru.

Melanjutkan, “Saya mau bercerita sedikit tentang pameran. Salah satu yang menjadi perhatian saya adalah maret. Market Komplek Perkantoran Kecamatan sangat bagus dengan air mancur nya. Waktu saya kecil, pada saat itu saya menilai ini luar biasa. Pada saat tahun 2005 saya jadi Bupati, pameran yang saya lihat masih seperti itulah, yang menjadi masalahnya tidak ada perubahan, sedangkan kita sibuk dengan moderenisasi. Pameran artinya menyajikan segala yang terbaik yang kita miliki, ini etalase kita, wajah kita nantinya yang diperlihatkan. Maka jangan main-main dengan pameran”, singgung Gubernur.

H Herman Deru juga mengatakan, kita harus mandiri dan jangan meniru. “Kita ini mempunyai penyakit ingin meniru dan tidak punya kemampuan untuk mengembangkan serta membanggakan punya kita sendiri. Jadi cara seperti itu hendaknya kita ubah. Kita harus mandiri.(jj/bj)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: