Sebanyak 2000 Unit Alat Rapid Test Sudah Sampai Prabumulih

pelitapublik.com PRABUMULIH, Sebanyak 2000 alat Rapid Test Covid-19 telah tiba di kota Prabumulih Senin(13/04/2020) pada pukul 21.00 yang diterima langsung oleh Walikota Kota Prabimulih Ir. Ridho Yahya MM, dan alat rapid test yang dibeli secara mandiri dengan menggunakan dana APBD itu akan segera di distribusikan ke Dinas Kesehatan, untuk selanjutnya bisa di pakai untuk kelengkapan peralatan penunjang bagi para team medis dalam menangani penyebaran Virus Corona ini.

Bertempat di rumah dinas walikota, Ridho Yahya langsung melakukan test pada dirinya pribadi dengan didampingi langsung Kadinkes Kota Prabumulih dr. Happy Tedjo
Dan hasilnya Negatif.

Namun ini baru test awal ujarnya, nanti akan ada test selanjutnya untuk memastikan, karena tidak cukup sekali saja melakukan test.

“Alhamdulillah alat rapid test sudah kita terima semalam jam 21.00 sebanyak 2000 unit, rapid test ini kita beli dengan dana APBD dan akan segera distribusikan pada tim medis untuk pelengkap peralatan penunjang menghadapi virus ini, saya minta kepada masyarakat yang ada gejala kurang sehat dan ingin melakukan test silahkan hubungi 119 nanti akan di datangi kerumah jan berapa saja mereka siap, dan akan dilakukan test, jika terbukti positif maka bisa dilakukan isolasi mandiri, akan di pantau dan di berikan perawatan selama isolasi itu, dan juga masyarakat jangan takut untuk periksa, kita harus tenang dalam menghadapi penyakit ini. Untuk yang negatif juga jangan sombong jangan mentang-mentang negatif lalu mengabaikan fysical distancing, tidak memakai masker, dan tidak cuci tangan, ya jangan begitu, kesehatan harus terus dijaga .” Ujar nya

Dengan sudah disiapkannya peralatan rapid test ini, membuktikan kalau pemerintah kota memang serius dalam melawan Virus ini. Dan Ridho Yahya juga berpesan agar kita tetap optimis bahwa Virus Corona ini akan cepat pergi dari bumi sriwijaya, khususnya kota Prabumulih.

Di kutip dari laman fb milik Profesor Yuwono

Bahagianya saya sore ini, sejawat saya Dr. Lisa memberi kabar bahwa hasil tes PCR terhadap PDP yg kami rawat di RS Pusri dengan diagnosis klinis pneumonia (pasien adalah pensiunan/resiko tinggi terinfeksi Covid 19):NEGATIF. Pun saya tambah optimis perkembangan Covid19 di Sumsel sejauh ini ada 18 kasus positif, 2 wafat (usia di atas 50 th dan punya penyakit sebelumnya), 3 sembuh, 13 dalam kondisi stabil, inshaAllah berdasarkan respon antibodi, kemungkinan yg 13 ini segera menyusul sembuh…aamiin. Hari ini datang 171 santri dari luar Sumsel dan dites rapid, 1 positif (belum tentu Covid19) akan diteruskan tes PCR. Simpulan sementara saya, optimis Sumsel segera keluar dari krisis ini karena pertolongan Allah, seluruh Forkompida & jajarannya responsif, Dokter & Paramedis all out, rakyat patuh & pastilah doa kita semua makin kencang…”mugolah Ramadhan kito pacak ibadah lebih khusyu’.” Ini sekedar ungkapan hati saya. Terimakasih

Jika semua komponen masyarakat saling bersatu dan menguatkan dan membantu pemerintah dan tim kesehatan dalam menghadapi musibah ini, Insya Allah kota kita akan kembali ke Zona Hijau.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: