Puluhan Massa Kembali Menyetop Armada Angkutan PT GHEMMI

pelitapublik.com,MUARA ENIM.- Kembali terjadi gerakan massa menyetop dan memutar balik armada angkutan ke PT.GHEMMI, baik itu yang mengangkut batu koral, suply minyak BBM, atau juga semua angkutan berat yang lainnya. Hal ini dilakukan oleh puluhan masyarakat Gunung Raja tepatnya di dusun 3, Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim. Selasa 06/10/2020.

Tuntutan masyarakat Dusun II dan III

Adapun tuntutan masyarakat yang melakukan aksi adalah
• Setiap memulai aktivitas baru diharapkan melakukan sosialisai dengan masyarakat setempat.

• Menindak lanjuti bagi rumah warga yang retak, yang terindikasi diakibatkan oleh aktivitas armada angkutan
• Melakukan penyiraman jalan yang dilalui oleh pihak PT. GH EMMI
• Dalam hal rekrutmen tenaga kerja, warga dusun III Gunung Raja minta di Prioritaskan.
Demikian isi tuntutan dari warga dusun III Desa Gunung Raja.

Kepala Desa / pihak pemerintah desa tidak mengetahui perihal aksi ini

Saat kami investigasi ke kantor kepala desa Gunung Raja, kami tidak bertemu dengan kades Armanto Ishar, namun kami sempat ngobrol dengan sekdes yang saat itu ada di kantor. Dan menurut keterangan sekdes bahwa mereka belum menerima laporan kalau ada aksi atau demo di sini.

“Kami belum dapat informasinya pak, dan tidak ada laporan masuk ke kami, mungkin mereka ada laporan langsung ke kades, kita juga tidak tahu pak, coba langsung ke ibu kadus III pak, tanyakan ke ibu Hayu selaku kadus,” ujar Sekdes Desa Gunung Raja menjelaskan.

Pernyataan Kadus dusun III Hayu Pratiwi

Kadus dusun III Hayu Pratiwi menjelaskan bahwa aksi hari ini karena tidak adanya konfirmasi dari pihak PT. GH EMMI, yang sudah berjanji akan melakuakn negisiasi, namun sudah molor 3 hari belum juga ada tindak lanjut.

“Ini masyarakat merasa resah, karena pihak PT. GH tidak ada respons terhadap keluhan masyarakat. Sehingga terjadilah aksi ini, masyarakat meminta sesuai poin yang tercantum didalam surat yang telah kami layangkan ke PT.GH EMMI.

Yakni masalah jalan yang rusak, debu yang membuat polusi udara, perbaikan sumur dan rumah yang retak, serta mengakomodir tenaga kerja dari warga dusun III ini, dan jika tidak ada tanggapan dari pihak PT. GH, maka masyarakat akan terus melakukan aksi. Dan kami minta kepada pihak Managemen Perusahaan agar segera menindak lanjuti permintaan warga ini, dan kepada masyarakat yang melakuakn aksi, agar kiranya tetap menjaga kondusifitas desa gunung raja, boleh aksi namun jangan anarkis,” jelas Hayu Pratiwi.

Sopir tanki minyak suplay ke PT. GH. mengeluhkan keadaan ini.

Ketika kami tanyakan mulai kapan mereka tidak boleh lewat jalan desa gunung raya ini, merrka menjawab kalau baru hari ini.

“Baru hari ini pak, kita suplay setiap hari ke PT. GH, dan baru hari ini kami tidak boleh lewat, menurut ketengan mereka yang menyetop tadi, adalah masalah jalan yang rusak, dan juga karena polusi udara, tapi kami tidak tahu juga pak, dan kami berharap permaslahan ini bisa cepat selesai, kami hanya menjalankan pekerjaan kami pak, mengantar minyak ke dalam,” ujar siswanto.

Sepanjang jalan masuk ke desa gunung raja kami sempat memgambil beberapa foto barisan mobil angkutan batu, dan juga mobil tanki yang terparkir dijalan karena tidak diizinkan masuk oleh warga, dan mereka disuruh putar balik, dan kami berusaha untuk menemui kepala desa Desa Gunung Raja, namun sampai kami meninggalkan lokasi aksi, kami tidak berhasil bertemu dengannya.(Hans/pp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: