Warga Sukaraja Resah Oleh Mobil Angkutan PT SBS Yang Melebihi Kapasitas Dan Membawa Limbah Beracun

Pelitapublik.com,PRABUMULIH – Masyarakat kelurahan Sukaraja meresahkan mobil angkutan PT. SBS (Semangat Baru Sejati), dikarenakan melintas di jalan kota yang melebihi kapasitas dan juga merupakan mobil angkutan bermuatan limbah beracun, (B3)
Keresahan masyarakat atas aktivitas ini disampaikan oleh salah seorang warga Sukaraja bernama Firman, hari ini Rabu 06/01/2021.

Menurut keterangan Firman dan Ardi, kami merasa resah atas aktivitas angkutan PT. SBS ini.

“Kami merasa terganggu dengan aktivitas angkutan PT SBS ini. Apalagi angkutan ini membawa bahan beracun, takut dampaknya kepada kami selaku masyarakat yang hampir setiap hari dilalui mobil pengangkut limbah B3 ini.

Dan jalan kami juga hancur dengan adanya mereka dengan intens melewati jalan sukaraja. Harapan kami agar Dinas Perhubungan dapat menertibkan mereka, kalau tidak ada teguran dan tindakan akan semakin membuat resah dan bisa menimbulkan gejolak di masyarakat.” Ungkap Firman.

Senada dengan Firman, warga sukaraja, Wakil Sekretaris LSM BPPI (Barisan Patriot Peduli Indonesia) Maryadi Limbang, menyatakan saya selaku LSM dan Warga Kelurahan Suka raja merasakan sangat dirugikan dikarenakan mobil tersebut banyak membawa mudharat untuk kami selaku warga.

“Kami selaku pengurus LSM BPPI dan saya sebagai warga merasa sangat dirugikan atas aktivitas mereka ini (PT. SBS) juga ingin mempertanyakan kepada PT. SBS tersebut sudah adakah izin lingkungannya, karna mengacu dalam UU No. 32 tahun 2009 Pasal 36 Ayat 1 tentang perlindungan dan pengolahan Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa setiap Usaha wajib memiliki AMDAL Atau izin Lingkungan, dengan adanya runutan UU dan Pasal tersebut kami selaku kontrol sosial ingin mengetahui izin tersebut kepada PT. SBS, dan Kepada Dishub dan DLH agar dapat memperhatikan dengan adanya masalah ini karna masalah lingkungan ini sangatkah penting untuk kesehatan Masyarakat. Dan kami selaku kontrol sosial terutama LSM BPPI akan selalu memperhatikan lingkungan dan Aspirasi masyarakat,” ujar Limbang menjelaskan. (RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: