Jalinsum Antara Palembang Jambi Rusak Berat

pelitapublik.comJAMBI Sedikitnya 30 kilometer (Km) ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di wilayah perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel) rusak berat. Kerusakan jalan nasional itu sudah lama tidak diperbaiki sehingga kini kondisinya semakin parah dan sulit dilalui kendaraan.

di Jalintim Sumatera Jambi – Palembang, Sumsel, Minggu (9/12), kerusakan pada beberapa ruas jalan jalan ada yang mencapai panjang hingga 50 meter dengan lebar enam meter. Sebagian badan jalan sudah tidak memiliki aspal, berlobang hingga kedalamam setengah meter dan lebar enam meter serta berubah menjadi kubangan.

Salah satu kerusakan paling parah pada ruas Jalintim Sumatera tersebut terdapat di Km 25, Desa Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Sekitar 50 meter badan jalan tidak lagi memiliki aspal. Lobang menganga di badan jalan ada yang mencapai kedalaman setengah meter dan lebar enam meter.

Kerusakan parah ruas Jalintim Sumatera di Sebapo, Muarojambi itu sulit dilewati kendaraan. Bahkan kerusakan jalan tersebut sering membuat arus lalu lintas nyaris lumpuh terutama ketika hujan turun. Kedalaman lobang di badan jalan yang mencapai kedalaman setengah meter serta genangan air yang cukup dalam membuat kendaraan roda empat dan dua sulit melintas dari kedua arah.

Lokasi lain kerusakan Jalintim Sumatera di Muarojambi, Provinsi Jambi terdapat di persimpangan Desa Tempino. Sebagian besar ruas Jalintim Sumatera di simpang Tempino rusak berat karena aspalnya juga banyak terkelupas. Kerusakan jalan tersebut juga menimbulkan macet dan kerawanan kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu, kerusakan Jalintim Sumatera di wilayah Sumatera Selatan terdapat di beberapa lokasi di Kecamatan Bayunglencir, Kabupaten Musi Banyuasin. Kerusakan Jalintim Sumatera paling parah di Bayunglencir terdapat di Desa Senawarjaya, depan Polsek Bayunglencir dan Desa Sukajaya.

Badan jalan di tiga lokasi Jalintim Sumatera wilayah Batunglencir, tersebut juga sebagian besar tidak memiliki aspal. Badan jalan juga penung dengan lobang dengan kedalaman rata-rata setengah meter den lebar sampai enam meter. Kerusakan jalan tersebut membuat kendaraan roda empat dan dua sering melaju dengan jikjak sehingga sangat rawan kecelakaan lalu lintas.

Irfan (40), seorang pengemudi mobil travel Jambi – Palembang mengatakan, kerusakan Jalintim Sumatera Jambi – Palembang, khususnya di wilayah Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi dan Kabupaten Musibanyuasin, Sumsel sudah lama. Perbaikan kerusakan jalan tersebut jarang dilakukan. Sementara kendaraan berat atau truk dan tangki yang melintasi ruas Jalintim Sumateraa tersebut selalu padat. Akibatnya kerusakan jalan semakin parah, terutama musim hujan saat ini.

“Sudah lama tidak ada perbaikan kerusakan Jalintim Sumatera di perbatasan Jambi – Sumsel ini. Perbaikan terakhir dilakukan dengan tambal sulam hanya menjelang Lebaran Juni lalu,” katanya.

Menurut Irfan, kerusakan Jalintim Sumatera di perbatasan Jambi – Sumsel tersebut membuat waktu tempuh Kota Jambi – Palembang, Sumsel semakin lama. Ketika jalan bagus, waktu tempuh Kota Jambi – Palembang hanya enam jam. Namun saat ini, waktu tempuh Kota Jambi – Palembang bisa mencapai delapan jam.

“Kami berharap kerusakan Jalintim Sumatera Jambi – Palembang ini segera diperbaiki, terutama menghadapi Natal dan Tahun Baru nanti. Biasanya pada musim libur Natal dan Tahun Baru, Jalintim Sumatera Jambi – Palembang sangat padat. Demi kelancaran arus mudik Jawa – Sumatera di saat Natal dan Tahun Baru nanti, perbaikan kerusakan Jalintim Sumatera ini perlu segera dilakukan,” kata Irfan.

Sementara itu Rosyid (35), warga Desa Sebapo, Muarojambi. Kerusakan parah ruas Jalintim Sumatera di Km 25, Sebapo, Muarojambi sudah terjadi hampir lima bulan terakhir. Perbaikan kerusakan jalan tersebut belum pernah dilakukan sampai saat ini. Akibatnya kerusakan jalan sangat parah.

Ruas Jalintim Sumatera yang rusak di Sebapo tersebut, kata Rosyid, sudah tidak layak dilalui kendaraan. Lubang di jalan sudah ada yang lebih setengah meter. Badan jalan juga tidak lagi memiliki aspal. Ketika hujan seperti sekarang ini, jalan rusak berubah menjadi kolam dan kubangan.

“Para pengemudi banyak yang tidak berani melintas dari tengah jalam yang tergenang. Mereka pun terpaksa mencuri jalan dengan melintas dari pinggir jalan dengan melawan arus. Jalan rusak ini juga sering menyebabkan arus lalu lintas lumpuh,” katanya.

Sementara itu sekitar 50 Km ruas jalan di Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi juga mengalami kerusakan berat. Kerusakan jalan yang cukup parah terdapat di Desa Sungaikeruh, Kecamatan Tebingtinggi. Sebagian badan jalan di desa itu tak lagi memiliki aspal, sudah berubah menjadi jalan berkubang. Kerusakan jalan tersebut membuat kendaan sulit melintas, terutama pada musim hujan saat ini.

“Sebagian besar jalan dari kecamatan ke desa-desa di Tanjungjabung Barat rusak berat. Ruas jalan banyak berubah menjadi jalan berkubang karena asaplanya sudah tidak ada. Kerusakan jalan tersebut membuat angkutan barang dari desa ke kota dan sebaliknya semakin sulit. Kami meminta pemerintah segera memperbaiki kerusakan jalan ini,” kata tokoh masyarakat Desa Sungaikeruh, Sadimin (60).

Menurut Sadimin, kerusakan jalan di daerah itu semakin parah saat ini karena adanya pengabaian. Perbaikan jalan rusak di Kecamatan Tebingtinggi ini jarang dilakukan. Padahal kerusakan jalan sudah terjadi bertahun – tahun.

“Pemerintah terkesan mengabaikan kerusakan jalan di wilayah kami ini. Akibatnya kami warga desa yang menjadi koran. Kami sulit membeli kebutuhan pokok ke kota dan sulit menjual hasil panen karet dan sawit ke pabrik,” katanya.(mg/mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: