Jelang Gebyar Pendidikan Dan Kebudayaan Disdik Sumsel Dan Disdik Palembang Gelar Rakor

pelitapublik.comPALEMBANG Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel dan Disdik kota Palembang menggelar rapat koordinasi (rakor) Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019, yang akan dilaksanakan di Palembang, Banyuasin, dan Ogan Ilir (OI).

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di tiga kota/kabupaten, pertama Banyuasin yanga akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari nanti, Palembang 1 Maret dan OI pada tanggal 2 Maret mendatang.

Direncanakan untuk di kota Palembamg sendiri, kegiatan tersebut akan berlangsung di Bumi Perkemahan Candika pada tanggal 1 Maret nanti.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumsel, Widodo mengatakan, jadi ini adalah kegiatan Kemendikbud untuk mempublikasikan dan mensiarkan Indonesia dalam pendidikan.

“Kita hari ini melakukan rapat kooridinasi, saya mintak kepada para Kadisdik untuk menyiapkan konten dan siklusnya,” ujar Widodo usai rakor Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Ruang Rapat Disdik Sumsel, Senin (18/02).

Dikatakannya, dengan hadirnya Kemendikbud ke Sumsel, masyarakat bisa mengetahui pendidikan di Indonesia ini seperti apa dan program-program apa saja yang telah torehkan oleh pemerintah saat ini.

“Sehingga masyarakat tau bahwa pendidikan di Indonesia seperti ini,” jelasnya lagi kepada sumatera deadline.

Sementara itu, Kadisdik kota Palembang, Ahmad Zulinto menambahkan, bentuk kegiatannya meliputi pameran, pentas seni, lomba melukis sepanjang 120 meter dengan tema anti narkoba dan melibatkan 120 pelukis siswa.

Lanjutnya, untuk menyambut kedatangan Kemendikbud, pihaknya juga telah mempersiapkan berbagai macam kesenian salah satunya silat dan hadro yang dimainkan para siswa.

“Kita sudah menyempurnakan persiapannya, baik dari seremoninya sampai pamerannya. Walaupun acara nya cukup singkat,” terang Zulinto diwaktu dan tempat yang sama.

Ada juga tarian kolosal nusantara dengan melibatkan 500 pelajar dan mereka akan menari di tengah para tamu undangan dengan berbagai macam pakaian nusantara.

“Diperkirakan ada 10 ribu pelajar yang akan hadir mulai dari tingkat SD sampai SMA sederajat,” bebernya.

Dijelaskannya juga, pihaknya juga kan melaunching pendidikan tahfis, yang akan ditanda tangani oleh Kemendikbud.

“Pada tahun 2016 lalu kita melaunching taman pendidikan Al-qur’an. Dan juga kita akan berikan testimoni sekolah inklusi, LPKA bukan lagi sistem PKBM tapi pendidikan sudah formal,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: