Tersisih di Tengah Kemajuan Kota Tercinta

pelitapublik.com PRABUMULIH, Kondisi Pak Mustakim saat ini sakit-sakitan, orang tua yang telah berumur 87 tahun ini terlihat lemah, namun sorot matanya masih terlihat tajam dan penuh optimis dalam menjalani hidup yang kejam ini,

Dia tinggal di rumah kontrakan di RW 01 Kelurahan Karang Raja, dengan besar sewa Rp, 300 ribu perbulannya, kerjanya tiap hari jumat menjalankan kotak amal Masjid Nutul Hidayah Karang Raja. Dengan itulah dia menyambung hidupnya yang sebatang kara tanpa sanak famili di kota ini, Kota Prabumulih yang lagi gencar-gencarnya mengejar target sebagai KOTA TANPA KUMUH. Penghasilannya seminggu Rp 100-150 ribu dari hasil kotak amal itu.

” Ya kalau ada rejeki bisa 150 ribuan lebih dari hasil bagi dua dengan kotak amal masjid, tapi kalau lagi gak ada rejeki paling dapat 100ribu.” Kata pak Mustakim saat dibincangi oleh tim kami.

Mustakim hanya satu dari beberapa orang warga RT 04, Rw 01 kelurahan karang raja yang tak beruntung dalam hidup, selain beliau ada juga bu Rohani, yang kerjanya tiap hari mencari kangkung, dan rongsokan, dan ada juga Mang Udin yang juga hampir sama nasipnya dengan Pak Mustakim. Bahkan di Rt 04 ini, masih ada keluarga yang belum mempunyai WC pribadi di rumahnya.

“Saya sudah ajukan berapa kali, sebagai bentuk simpati saya terhadap mereka, baik lisan maupun tulisan, malah bukan cuma sebatas kelurahan saja saya melaporkannya, bahkan sampai kecamatan prabumulih timur, yang saat ini sudah tiga kali pergantian Camat tapi belum juga ada bantuan buat mereka, yang di fokuskan cuma jalan dan parit saja, sedangkan ini ada warga yang tak punya WC karena kondisi ekonominya yang lemah dan juga ada yang sakit-sakitan, hingga gak bisa bekerja sama sekali,” kata salah seorang tokoh masyarakat sekitar.

“Katanya mau memberantas kumuh, tapi ini kalau gak ada wc dirumah bagaiamana cara mereka buang hajat? Apakah cuma pembangunan jalan dan parit saja yang jadi prioritas pemerintah hingga untuk memberikan bantuan wc saja tak juga bisa terpenuhi,” sambungnya lagi

Saat tim kami mencari kebenaran berita tersebut dan menanyakan langsung pada warga yang disebutkan tadi, ternyata memang benar, ada 5 kk yang belum memiliki wc dirumah,

“Kadang numpang pak kerumah kawan atau tetanggo atau jugo ķe wc umum, tapi kalu la dalu nak buang hajat, tepakso pakai kantong asoy, besoknyo baru dibuang. ( ya terkadang numpang dengan teman atau ke wc umum yang ada gak terlalu jauh dari rumahnya, tapi kalau tengah malam ya terpaksa buangnya di plastik kresek dan besoknya baru dibuang).” ujar Yanto dan Bambang yang sampai saat ini belum ada wc pribadi di rumahnya.(rasman/pp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: