Tumpukan Sampah Di Area DIPO MEKANIK PT KAI PRABUMULIH Mengancam Kesehatan Warga

pelitapublik.com PRABUMULIH, Berbagai upaya harus dilakukan untuk mengelola sampah agar tidak menjadi bencana yang merugikan masyarakat. Bermacam bencana dan penyakit dapat timbul oleh sampah yang dibuang sembarangan, seperti halnya yang terlihat di lapangan DIPO MEKANIK PT. KAI Kota Prabumulih ini, tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap karena tiadanya bak sampah atau semacam tong sampah yang disediakan oleh pihak PT. KAI. Atau lebih tepatnya oleh pihak DIPO MEKANIK atau Balai Yasa kereta api prabumulih.

Hal ini pernah disampaikan oleh perwakilan masyarakat beberapa tahun lalu yakni di tahun 2017 yang lalu, bahkan Lurah kelurahan karang raja Fathan Mubina. Pernah memberikan masukan pada pihak PT. KAI agar setidaknya membuatkan bak penampungan sampah buat masyarakat sekitar Rt 04, dan Rt 02, RW 01 kelurahan karang raja, namun upaya ini tidak membuahkan hasil, dan juga dari perwakilan kelompok pemuda serta LSM. CAHAYA NEGERI telah pula menyampaikan langsung kepada KS (Kepala Stasiun) kereta api prabumulih yang saat itu masih di jabat oleh pak Johong.

“Kita pernah juga menyampaikan ke KS perihal ini, agar pihak PT. KAI membuatkan fasilitas bak sampah untuk masyarakat karang raja ini. Dan pernah juga disampaikan ke dinas Perkim yang pada masa itu dengan kepala dinasnya pak Toni, bahwa masyarakat rt 04,rt 02, rt 01,Rw 01 kelurahan karang raja butuh tong/bak sampah, karena tidak adanya bak sampah bagi masyarakat sekitar, hingga apabila hujan deras air sampah ini akan mengalir ke kampung bawah atau ke rt 04 dan rt 02 karang raja, bahkan sampai masuk kerumah warga.
Kondisi sampah yang berceceran di Dipo ini sangat mengganggu dan nantinya akan menimbulkan penyakit bagi kami masyarakat sekitar,” ungkap ketua LSM. CAHAYA NEGERI tersebut.

Seperti diketahui bahwa saat ini indonesia tengah menggalak kan bebas sampah, dengan berbagai program yang di terbitkan oleh pemerintah pusat, dan kementrian lingkungan hidup.

Di Indonesia telah ada Undang-undang (UU) Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah, Peraturan Pemerintah (PP) 81 Tahun 2012 tentang Sampah Rumah Tangga, Instruksi Presiden hingga Peraturan Menteri tentang Sampah.

Saat media bertanya pada pihak aparat kelurahan dan ketua rt setempat. Mediyanto ketua rt 04 mengatakan akan mengajukan permohonan kepada PT. KAI.

“Kita akan ajukan permohonan kepada pihak PT. KAI atau Dipo Mekanik, untuk dapat membantu warga yang berdomisili disekitar yang bersentuhan langsung, mungkin bisa ada bantuan dari mereka,” ungkap ketua rt 04 rw 01 karang raja.(raif/pp01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: