Proyek Drainase Jalan Sumatera Gunung Ibul Nilai Hampir RP.2 Miliar Di Protes Warga

 

Pelitapublik.com PRABUMULIH,  Pengerjaan Proyek peningkatan jalan Sumatera yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) nilai anggaran RP. 1.950.090.000 (satu miliar sembilan ratus lima puluh juta sembilan puluh ribu rupiah) Tahun anggaran 2020 dengan pememenang tender pelaksana PT. Ridho Mega Pratama menuai protes dan sorotan warga dusun Gunung ibul Kecamatan Prabumulih timur

Ditengah ancaman penyebaran wabah Covid -19 yang telah memukul masyarakat Kota Prabumulih dengan telah ditetapkan RED ZONE (zona merah) baik dari sisi kesehatan maupun perekonomian warga. Namun proyek pengerjaan dana (DAK) terus di laksanakan

Proyek Drainase yang menelan anggaran dengan nilai hampir 2 miliar. Diprotes warga karena spesipikasi volume lebar dan dalam parit yang tidak sesuai debit volume limpahan air hujan. Mengingat daerah tersebut rendah dari permukaan tanah. Otomatis saat hujan turun akan mengakibatkan banjir dan mengenangi rumah warga hingga ketinggian sekitar 30 cm sampai 50 cm.

Seorang tokoh masyarakat dan tokoh pemuda saat diwawancarai dilokasi menuturkan

” Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah Kota Prabumulih dengan pembangunan drainase ini tapi kalau hanya lebar 30 cm dan dalam 40 cm otomatis tampungan volume debit air didalam parit tidak akan mampu menampung air yang masuk apabila hujan pasti meluap dan mengenangi rumah kami. Parit yang awalnya lebar dan dalam kini sempit” Tuturnya

Ia menambahkan ” pengerjaan proyek ini seharusnya bisa dilalui mobil kini sempit wargapun harus extra hati hati dan cukup membahayakan pengendara dengan posisi tumpukan tanah yang dibiarkan saat hujan licin mengakibatkan berapa kendaraan tergelincir hingga ada yang sampai masuk ke galian parit,

” Seharusnya pemborong atau pelaksana pekerjaan ini setelah meggali parit tanah galian langsung di buang dari bahu jalan agar tidak menjadi pemyempitan badan jalan agar tidak mengakibatkan hal hal tidak kita inginkan. kami meminta agar kepada pihak terkait agar parit ini dilebarkan dan didalam kan lagi apabila tidak dilebarkan kami akan demo untuk menyetop pekerjaan tersebut “ujarnya

Bukan hanya itu indra menambahkan ” alangkah baiknya saat perncanaan awal jangan hanya menghitung jumlah nilai pagu saja harusnya pihak terkait mempelajari serta menganalisa histori dari suatu wilayah, mulai kontur hingga kemiringan tanah apakah itu dataran rendah atau tinggi.dan survey kondisi daerah ini rawan banjir atau tidak,

” Saya anggap ini proyek gagal.Karena dengan anggaran miliaran tapi tidak memberikan solusi untuk mengatasi banjir di daerah kami bahkan semenjak pengerjaan proyek ini Banjir cukup sering kami rasakan, “Tegasnya

Dilokasi yang sama seorang yang tidak mau disebut namanya juga melihat kejanggalan dari plang proyek tidak tertera nomor kontrak, volume behel yang digunakan, dan tidak ada Plang proyek untuk pelaksanaan pengerjaan drainase, apakah satu paket atau bagimana? “ucapnya bingung

sampai berita ini di terbitkan pihak terkait baik pemborong maupun PPK PUPR belum memberikan klarifikasi baik melalui via whatsAap dan telpon . (Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: