Puluhan Pengemis Dan Pemulung Di Prabumulih Di Tertibkan Dan Di Bina

pelitapublik.com PRABUMULIH,  banyak gerombolan dari pengemis yang berkamuflase menjadi pemulung, memanfaatkan momen bulan penuh berkah ini untuk mendapatkan belas kasi dari pengendara yang melintasi jalan, setiap hari gerombolan ini menghiasi trotoar Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Padat Karya, dimulai dari pagi hari hingga sore menjelang berbuka.

Pemandangan seperti ini memang sudah tidak tabu lagi setiap kali di bulan Ramadhan pengemis dadakan bermunculan penuhi sudut kota Prabumulih.

Tentunya kehadiran mereka menuai pro dan kontra bagi segelintir masyarakat, asumsi masyarakat menganggap kehadiran mereka hanya sebagai perusak pemandangan dan sebagian lagi menganggap kehadiran mereka sebagai wadah untuk beramal di bulan yang penuh berkah.

Pemerintah kota Prabumulih menanggapi hal itu dengan serius, upaya penertiban pun dilakukan, dengan dibantu pihak dari kepolisian dan TNI AD pemkot menggelar kegiatan operasi pengamanan terhadap pengemis dan pemulung, Minggu (10/05/2020).

Alhasil puluhan pengemis dengan berbagai macam modus berhasil di amankan oleh petugas, mulai dari pemulung, badut hingga pengamen. Bahkan ada beberapa dari mereka berasal dari luar kota Prabumulih.

Sekretaris Daerah Prabumulih Elman ST mengatakan kegiatan ini merupakan termaksud ke dalam bagian dari upaya pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19.

“Bulan Ramadahan yang sedang kita jalani sekarang berada di balutan pandemi Virus Corona (covid 19), kebanyakan dari pengemis ini tidak mematuhi aturan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan membuat perkumpulan,”Terang Sekda saat di temui.

Selain itu, penertiban itu juga dilakukan karena menjamurnya jumlah mereka yang dianggap merusak pemandangan kota, bahkan tidak sedikit dari masyarakat khususnya pengguna jalan merasa resah.

“Mereka sudah di beri bantuan oleh pemerintah berupa sembako dengan tujuan untuk tidak keluar rumah, tapi masi saja tetap ngeyel, lebih lagi memboyong anak-anak dan membuat perkumpulan,”Ungkapnya kepada portal ini.

Pengemis yang terjaring langsung diamankan untuk dilakukan pendataan indentitas, setelah itu di pulangkan dengan harapan tidak mengulangi lagi.

“Puluhan pengemis yang terjaring hari ini tidak kita kenakan sangsi hanya di data dan himbauan saja, kebanyakan dari mereka merupakan warga Prabumulih tetapi ada juga warga dari kabupaten kota tetangga, “jelasnya.

“Untuk kali ini masi kita maafkan hanya dilakukan pendataan identitas, tapi kalau besok komplotan ini masih saja bandel kita angkut ke rusunawa,”Tegas Elman.

“Pemerintah akan terus berupaya dalam memutus mata rantai Covid-19 ini, seperti yang terjadi hari ini selain melakukan penertiban pengemis yang membuat keresahan pemkot juga menghimbau untuk selalu menggunakan masker dan mengikuti protokol kesehatan,”Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: