Warga Muara Dua Dan Anak Petai Pertanyakan Perihal Ganti Rugi Aktivitas Seismix

pelitapublik.com,PRABUMULIH – Sosialisasi Survey pengenalan Seismik 3D Chrysant di wilayah Prabumulih Timur Kota Prabumulih, terus berlanjut. Kali ini Sosialisasi yang bertujuan mengenalkan proses pengeboran Seismik ini dilakukan di aula kantor Kelurahan Mauara Dua Prabumulih Timur. yang saat ini baru tahap pengenalan survey kepada masyarakat. Senin (16/11/2020)

Salah seorang warga yakni Harjono ketua RW 01 Kelurahan Muara Dua Prabumulih Timur. Dalam kesempatan ini memberikan pertanyaan kepada pihak Humas BGP.

“Bagi masyarakat Muara Dua dalam, Seismik ini menakutkan, pernah dulu saat masyarakat tidak mengijinkan untuk dilakukan peledakkan, maka pihak seismik meledakkannya pada malam hari secara sembunyi-sembunyi. Serta masyarakat menganggap Seismik itu tidak jelas, kalau selama ini dalam pelaksanaannya tidak ada sosialisasi seperti sekarang ini, masyarkat bertanya kepada saya sebagai RW, adakah bayarannya untuk lintasan kabel itu,” tanyanya.

“Yang kedua saat mau memasukkan peralatan atau bikin jalur lewat kabel itu, tentu nanti akan ada lahan dan tanaman yang dirusak, pertanyaanya apabila terjadi perusakan tersebut, apakah ada ganti ruginya. Selanjutnya tadi menurut Bapak, (Khozin, Red) tidak ada peledakkan dinamit, tetapi hanya menggunakan mobil Vibroseis, perlu bapak ketahui bahwa kami masyarakat Muara Dua dalam ini, kalau ada yang berisik nih pak, kami selaku Rt/Rw ini yang akan ditanyai warga, Jangankan berisik seperti mobil Vibro tadi, orang bernyanyi agak kuat saja pasti dikatakan kurang ajar,” sambungnya sedikit menjelaskan karakter warga muara dua dalam.

“Jadi bagaimana pak cara kami menjelaskan kepada warga, yang pertama tentang ganti untung, kami tidak mau ganti rugi, dan jawaban seperti yang kami ceritakan tadi,” ujar Harjono

Selain Harjono ada juga beberapa masyarakat yang menyampaikan pertanyaannya, seperti bagaimana masyarakat bisa mengetahui kedalaman peledakkan dinamit itu, apakah benar pada prakteknya nanti sedalam 25-30 meter.

Menanggapi hal itu Khozin selaku pimpinan Humas dari PT. BGP (Bureau Geophysical Prospecting Indonesia) menyampaikan. Bahwa nanti ada hitungan setiap kabel yang terbentang, dan saya selaku penanggung jawab pelaksanaan ganti rugi nantinya.

“Nanti perihal kedalaman bisa kita cek dari masuknya pipa kedalam lubang, karena ukuran pipa itu sepanjang 1.5m jadi kalau cuma 10 batang yang masuk artinya bohong, dan masyarakat bisa protes. Jika masih saja mereka tidak mau mendengar, maka saya akan ambil tindakan. Untuk kabel yang melintang itu, nanti ada hitungannya yakni 5 ribu rupiah per-meter,” terangnya.

Lain halnya dengan beberapa masyarakat kelurahan Anak Petai yang sempat kami lihat menyampaikan keluhan ke kantor kelurahan, perihal pelaksanaan dan nominal pergantian tanam tumbuh dan juga pelaksanaan pengeboran. Ada beberapa masyarakat yang merasa tidak puas dengan pelaksanaan sosialisasi yang dilaksanakan di Kelurahan Anak Petai, yakni pada tanggal 3 November 2020 yang lalu.

“Kami ingin tanyakan secara rinci bagaimana mekanisme pergantian kerusakan lahan kami nanti, dan juga kami minta dilibatkan dalam pekerjaan ini. Bisa sebagai humas perwakilan kelurahan, atau apa saja, yang jelas kami saat ini merasa keberatan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, saat dibincangi di kantor kelurahan Anak Petai kemarin.

Pihak kelurahan yang kami bincang saatt itu. Bapak Agus, selaku Kasi Kesos, menjelaskan kalau mereka sendiri tidak begitu paham bagaimana mekanismenya. Karena mereka tidak dilibatkan secara langsung dalam hal memberikan keterangan kepada masyarakat.

“Kami hanya memfasilitasi kegiatan sesuai arahan pimpinan, untuk yang lainnya kami tidak paham, karena kami juga tidak dilibatkan secara langsung, jadi bagaimana kami mau menjawabnya,” ujar Agus menerangkan.

Ada banyak masyarakat di beberapa kelurahan masih belum menerima dengan sistem pergantian tanam tumbuh yang mengacu pada Pergub No 40 tahun 2017, yang dianggap terlalu kecil. Serta masyarakat juga butuh kejelasan dampak dari pekerjaan seismik ini, jika dilakuakan peledakkan pada lahan mereka. Pada saat dibincangi oleh media pihak BGP mengatakan kalau pergantian dalam setiap satu lubang dinamit (apabila dilakukan peledakkan) yakni sebesar 50 ribu rupiah.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: