Ratusan Pencinta Bonsai Prabumulih Antusias Ikuti Jemur Bareng Bersama PPBI

 

pelitapublik.com,PRABUMULIH – Ratusan batang bonsai yang berharga puluhan juta dan berkelas nasional dijemur bareng oleh ratusan penggemar bonsai yang tergabung dalam Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang kota Prabumulih, Minggu (13/12/2020).

Bonsai-bonsai berbagai jenis tersebut dilakukan jemur bareng oleh seluruh anggota PPBI Prabumulih di kediaman Edi Agung di Jalan Pertamina 1 RT 07 RW 02 Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih.

Berbagai jenis bonsai kelas nasional yang telah sering masuk nominasi dan best ten dipajang di jemur bareng tersebut. Mulai dari jenis Anting Putri, Beringin Kimeng, Serut, Kawista, Delima Batu, Dewandaru, Hokianti, Asam, Cemara hingga yang khas Prabumulih Serpang juga dipajang dalam jemur bareng tersebut.

Jemur bareng namun rasa kontes tersebut merupakan agenda bulanan PBBI Cabang Prabumulih.

“Jemur bareng ini merupakan agenda bulanan kita, kedepan ada tiga agenda yang kita rencanakan tiap menggelar jemur bareng. Untuk kontes mungkin skala lokal tapi akan kita ajukan ke PPBI Pusat untuk pameran nasional karena banyak juga daerah lain keinginan melakukan,” ungkap Ketua PPBI Cabang Prabumulih, Kgs Mahmud ketika diwawancarai sejumlah wartawan disela-sela jemur bareng tersebut.

Mahmud menuturkan, jemur bareng bonsai itu merupakan ajang silaturahmi antar sesama pencinta bonsai tidak hanya yang tergabung di PPBI Cabang Prabumulih namun juga seluruh pencinta maupun penggemar bonsai di Bumi Seinggok Sepemunyian.

“Kita juga ingin memajukan perbonsaian di Prabumulih ini yang telah berdiri sejak tahun 1986 dan sempat mati suri, ini awal kebangkitan PPBI Cabang Prabumulih untuk lebih meningkatkan mutu bonsai terutama untuk event nasional maupun internasional apalagi 2021 nanti akan diadakan event internasional bonsai dari seluruh negara di Tanggerang,” bebernya.

Lebih lanjut Mahmud mengatakan kedepan akan membentuk pelatihan-pelatihan ke para penggemar maupun anggota baru sehingga perbonsaian di Prabumulih lebih diakui lagi di Indonesia. “Tiap jemur bareng kita juga lakukan demo trend bonsai, bagaimana membuat bonsai sehingga enak dipandang mata dan memiliki nilai seni yang tinggi,” katanya seraya mengatakan saat ini anggota PPBI Cabang Prabumulih sekitar 150 orang.

Disinggung adanya perpecahan antar pencinta bonsai, Mahmud mengaku tidak ada perpecahan dan pihaknya sangat senang semakin banyak komunitas bonsai di Prabumulih karena akan menimbulkan hal yang positif.

“Jadi tidak masalah, mungkin penggemar diluar PPBI punya pahanl sendiri ya silahkan, kita juga tidak membatasi dan tidak ada perpecahan. PPBI wellcome siapa mau bergabung silahkan bergabung, kita juga kalau diundang komunitas bonsai atau pencinta bonsai lain kita akan datang, kita memiliki tujuan sama menghidupkan bonsai di Prabumulih agar dikenal luar,” bebernya.

Sementara itu, Mangku dan Ferdi yang merupakan satu diantara pencinta bonsai yang ikut jemur bareng mengaku sangat senang diadakan jemur bareng dan PPBI Cabang Prabumulih kembali bangkit.

“Kita ikut jemur 7 pohon bonsai, harapan kita semoga teman-teman pencinta bonsai di Prabumulih ini ada suatu wadah tempat berkumpul sehingga pengetahuan masalah bonsai ini aturan, pemilihan bosai, ranting, batang dan lainnya bisa sesuai ketentuan,” ujarnya.

Mangku menuturkan, selama ini pelatihan-pelatihan membuat bonsai sudah sering dilakukan dan diharap kedepan akan makin gencar sehingga semua pencinta bonsai bisa menularkan ilmu maupun bisa membuat bonsai skala nasional. “Kita sambut baik kegiatan jemur bareng seperti ini selain ajang silaturahmi juga bertukar pengetahuan,” tambahnya.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan demo cara membuat bonsai dari bahan yang belum jadi yang langsung dilakukan Ketua PPBI Cabang Prabumulih, Kgs Mahmud disaksikan seluruh peserta jemur bareng.

Kegiatan jemur bareng itu juga banyak dihadiri tokoh-tokoh di kota Prabumulih yang merupakan penggemar bonsai seperti Wakil Ketua DPRD Prabumulih H Ahmad Palo SE, Kepala Dispora, Kepala PDAM, Ketua KNPI, sejumlah mantan anggota DPRD Prabumulih hingga pejabat lainnya. (eds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: