Warga Turun Ke Jalan Tuntut PT SBS Atas Kerusakan Jalan Dan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

pelitapublik.com, PRABUMULIH – Aksi turun ke jalan, perwakilan masyarakat Gunung Kemala dan Gunung Raja, menindak lanjuti dari Surat pemberitahuan yang telah 2 kali dilayangkan kepada pihak perusahaan transportir Semangat Baru Sejati (SBS) yang diduga telah menyebabkan jalan akses desa mengalami kerusakan. Serta beberapa tuntutan lain yang telah disampaikan. Rabu 10/02/2021.

Menurut keterangan salah satu koordinator aksi, Saiful Antoni, bahwa aksi ini sebagai tindak lanjut dari surat yang telah mereka kirimkan sebanyak 2 kali, namun belum ada tanggapan dari pihak SBS.

“Ini sebagai tindak lanjut dari surat yang kami kirimkan, sudah 2 kali kami melayangkan surat yang isinya menyatakan keluhan warga terkait aktivitas angkutan PT. SBS yang diduga menjadi penyebab jalan akses masyarakat mengalami kerusakan berat. Sepertinya pihak perusahaan tidak mengindahkan apa yang jadi keluhan masyarakat Gunung Kemala dan Gunung Raja,” ujar Saiful menjelaskan kepada media ini.

Lanjutnya lagi bahwa aksi ini akan terus berlanjut sampai ada tanggapan positif dari pihak managemen SBS.

“Kami akan terus lakukan aksi ini sampai ada tanggapan dari pihak perusahaan SBS, atas tuntutan masyarakat. Ada 8 poin yang kami sampaikan kepada pihak PT. Semangat Baru Sejati (SBS). Yakni;

• Meminta agar PT. SBS melakukan perbaikan pada jalan-jalan yang rusak,
• Mengurangi intensitas operasional angkutan limbah dalam 1 jam cukup 2 armada yang lewat melintas.
• Memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak.
• Membentuk Humas perusahaan pada setiap titik wilayah yang dilewati PT. SBS, dengan cara dilegalkan.
• PT. SBS agar dapat memberikan gaji kepada karyawan yang selama ini memang sudah dapat, namun sekarang dihentikan tanpa adanya kejelasan.
• Lebih memberdayakan masyarakat lokal dengan cara legal.
• Aktivitas hendaknya dilakukan pada siang hari dan
• Tonase nya harus di bawah 20 ton.

Dan kami menunggu apa tanggapan mereka perihal tuntutan kami ini,” beber Saiful menegaskan.

Saat kami coba menghubungi pihak perusahaan yakni Bpk H. Zarman, namun kami tidak berhasil terhubung dengan pimpinan perusahaan transportir pengangkut limbah ini.

Aksi yang melibatkan puluhan massa dari Kelurahan Gunung Kemala itu dimulai pada pukul 09 WIB. Rabu 10/02/2021. Dan akan tetap berlangsung sampai ada keputusan dari pihak perusahaan.

(jau/Raif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: